LOKASI ▇▇▇ KETERANGAN HARTANAH Hartanah tersebut adalah terletak di tingkat 6 Pangsapuri Mesra Ria. Hartanah tersebut adalah pangsapuri kos rendah 3 ▇▇▇▇▇ tidur pertengahan dikenali sebagai ▇▇▇▇▇ Pemaju No. A-06-06, Tingkat No 06, Bangunan No A, Pandan Mesra ▇▇▇ beralamat pos di No. 06-06, Pangsapuri Mesra Ria, ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ ▇▇▇▇, ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇, ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇, ▇▇▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇. (“Hartanah”) Hartanah ini akan dijual keadaan “sepertimana sedia ada” tertakluk kepada satu harga rizab sebanyak RM150,000.00 (RINGGIT MALAYSIA SATU RATUS ▇▇▇ ▇▇▇▇ PULUH RIBU SAHAJA), mengikut kepada Syarat-syarat Jualan di sini dengan cara Penyerahan Hak dari Pemegang Serahhak ▇▇▇ tertakluk kepada Pembeli memperoleh pengesahan / kebenaran yang diperlukan daripada Pemaju ▇▇▇/atau Pemilik Tanah ▇▇▇/atau Pihak Berkuasa Negeri ▇▇▇/atau badan-badan yang relevan (jika ada). Semua penawar yang ingin membuat tawaran adalah dikehendaki membayar deposit sebanyak 10% daripada harga rizab (“deposit pendahuluan”) secara bank draf atau kasyier order dipalang “AKAUN PENERIMA SAHAJA” atas nama HONG ▇▇▇▇▇ BANK BERHAD / ▇▇▇ ▇▇▇ ▇▇▇▇ & ▇▇▇▇ ▇▇▇ MEE @ ▇▇▇▇ NYUIK THAI atau melalui pemindahan perbankan atas talian yang ditentukan oleh pelelong, sekurang-kurangnya SATU (1) HARI BEKERJA SEBELUM TARIKH LELONGAN ▇▇▇ membayar perbezaan di antara deposit pendahuluan ▇▇▇ jumlah bersamaan 10% daripada harga berjaya tawaran sama ada dengan bank draf atau kasyier order dipalang “AKAUN PENERIMA SAHAJA” atas nama ▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇ BANK BERHAD / ▇▇▇ ▇▇▇ ▇▇▇▇ & ▇▇▇▇ ▇▇▇ MEE @ ▇▇▇▇ NYUIK THAI atau melalui pemindahan perbankan atas talian dalam masa TIGA (3) HARI BEKERJA sebaik sahaja ketukan tukul oleh Pelelong dibuat. Deposit ▇▇▇▇ ▇▇▇ jumlah perbezaan secara dikumpul dikenali sebagai “deposit”. Hari Bekerja bermaksud hari (tidak termasuk Sabtu, Ahad ▇▇▇ ▇▇▇▇ Umum) di mana Pihak Pemegang Serahhak dibuka untuk perniagaan di Kuala Lumpur Baki harga belian sepenuhnya hendaklah dibayar dalam tempoh sembilan puluh (90) hari dari tarikh jualan lelongan kepada HONG ▇▇▇▇▇ BANK BERHAD. ▇▇▇▇ rujuk Terma & Syarat Dalam Talian Pelelong di ▇▇▇.▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇.▇▇▇ untuk ▇▇▇▇-▇▇▇▇ pembayaran deposit. Untuk butir-butir lanjut, ▇▇▇▇ berhubung dengan Tetuan ▇▇▇ ▇▇▇▇ & Co., Peguamcara bagi Pihak Pemegang Serahhak di ▇-▇, ▇▇▇▇▇ ▇▇▇ ▇/▇, ▇▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇▇, ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇, ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇, ▇▇▇▇▇▇▇▇. (Ref No.: 51303.23, Tel No.: ▇▇-▇▇▇▇▇▇▇▇, Fax No.: ▇▇-▇▇▇▇▇▇▇▇) atau Pelelong yang tersebut di bawah ini:- Suite C-20-3A, Level 20, Block C, Megan Avenue II, / ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇ BIN ▇▇▇▇▇▇ ▇▇, ▇▇▇▇▇ ▇▇▇ ▇▇▇▇ ▇▇▇▇, 50450 Kuala Lumpur. (Pelelong Berlesen) Tel No : ▇▇-▇▇▇▇ ▇▇▇▇ Fax No: ▇▇-▇▇▇▇ ▇▇▇▇ Ruj. Kami: ALIN/HLBB1604/WCC Ruj Bank : ▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇ Web: ▇▇▇.▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇.▇▇▇ E-mail : ▇▇▇▇▇▇@▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇.▇▇▇
MODELDOCUMEN As additional consideration for the final payment, Contractor agrees, to the fullest extent permitted by law, to indemnify and hold harmless Princeton University from and against all costs, losses, damages, claims, causes of action, judgments and expenses, including attorney’s fees, arising out of or in connection with any claims or causes of action for payment or any liens asserted against Princeton University, or the aforesaid land and improvements (including personal property related thereto), which arise out of the performance of the work under the Contract and which may be asserted by the Contractor or any of its subcontractors, sub-subcontractors or materialmen of any tier thereof. As additional consideration for the final payment aforementioned, Contractor hereby unconditionally releases and forever discharges Princeton University from all claims for payment and all other claims and causes of action of every nature, known or unknown, arising out of or in connection with the performance of the said Contract. This release and discharge shall not apply to claims that Contractor may have against Princeton University for contribution or indemnity (if any) based upon third party claims asserted against Contractor for personal injury or damage to property asserted after the date hereof. Contractor further declares that it has made proper payment of all monies due to all of its employees, subcontractors and suppliers of labor, materials, and/or equipment, and agrees to indemnify and hold Princeton University harmless from any claim or demand it might suffer by reason of failure of this certification. The foregoing shall not relieve Contractor of its obligations under the provisions of said Contract, as amended, which by nature survive completion of the Work including without limitation, warranties, guarantees, and indemnities. Given under our hand and seal this date: by /Form signed and dated by Contractor/ With reference to Subcontract No. as amended, by and between (“Subcontractor”) and _ (“Contractor”) for work for the construction of (the “Project”), the undersigned Subcontractor hereby certifies and represents that conditioned upon full payments of the sum of $ (the “final payment”) pursuant to Subcontractor Application for Payment No. _ dated _ in the amount of $ it has made full payment of all costs, charges and expenses incurred by it or on its behalf for work, labor, services, materials and equipment supplied to the foregoing premises and/or used in connection with its work under said Subcontract. The undersigned Subcontractor further certifies that to its best knowledge and belief, each of its subcontractors and materialmen has made full payment of all costs, charges and expenses incurred by them or on their behalf for work, labor, services, materials and equipment supplied to the foregoing premises and/or used by them in connection with the Subcontractor’s work under said Subcontract. Prior to the date of this Release, the Undersigned further certifies that it has received payments from the Contractor which total $ _. In consideration for the payment of the final payment as set forth above, the Subcontractor hereby unconditionally releases and forever discharges Princeton University and the Contractor and their affiliates and their respective officers, directors, agents, and representatives and Princeton University’s premises and property from all claims, causes of action, liens and obligations of every nature arising out of or in connection with the performance of the said Subcontract and all amendments thereto. This release and discharge shall not apply to claims that Subcontractor may have against Princeton University or Contractor for contribution or indemnity (if any) based upon third party claims asserted against Subcontractor for personal injury or damage to property asserted after the date hereof. As additional consideration for the final payment, the Subcontractor agrees, to the fullest extent permitted by law, to indemnify and hold harmless Princeton University and Contractor from and against all costs, losses damages, claims, causes of action, judgments and expenses, including attorney’s fees arising out of or in connection with claims against Princeton University or Contractor which claims arise out of the performance of the work under the Subcontract and which may be asserted by the Subcontractor or any of its suppliers, subcontractors of any tier or any of their representatives, officers, agents or employees.
Pendahuluan Pembangunan ekonomi merupakan salah satu tujuan penting yang hendak dicapai pemerintah dalam pembangunan nasional, pembangunan ekonomi ini merupakan upaya penting dalam rangka mencapai pemerataan kemakmuran ▇▇▇ kesejahteraan sesuai amanat Pancasila ▇▇▇ UUD 1945. Dalam rangka menciptakan sebuah proses pembangunan ekonomi yang berkesinambungan, maka pemerintah memerlukan himpunan ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ sangat besar. Dimana ▇▇▇▇ tersebut diperoleh melalui pemasukkan negara berupa ▇▇▇▇▇ ▇▇▇ non ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ digunakan untuk mengelola perekonomian negara. Salah satu ▇▇▇▇▇ penting yang berkontribusi dalam menjalankan roda perekonomian negara adalah lembaga bank. Dimana bank mempunyai 2 fungsi, yakni pertama untuk menghimpun ▇▇▇▇ dari masyarakat atau secara sederhana dapat diartikan bank sebagai lembaga yang menyediakan jasa penyimpanan uang milik masyarakat dengan pemberian bunga tertentu dalam jangka waktu tertentu sebagai kontraprestasi. Kedua, Bank mempunyai fungsi utama menyalurkan ▇▇▇▇ kepada masyarakat, dimana fungsi ini bertolakbelakang dengan fungsi yang pertama, yakni fungsi ini dilaksanakan melalui pendistribusikan uang yang dihimpun masyarakat dalam bentuk Investasi, Kredit tanpa agunan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Mobil, ▇▇▇ ▇▇▇▇ sebagainya.1 Terkait dengan fungsi bank yang kedua ini, tujuan utamanya ialah memfasilitasi masyarakat dalam pencapaian kesejahteraan ▇▇▇ membentuk usaha yang berkontribusi dalam pembangunan nasional. Penegasan secara yuridis mengenai fungsi bank yang kedua tersebut dapat ditemukan dalam Pasal 3 jo Pasal 6 huruf b ▇▇▇ Pasal 13 huruf b Undang- Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan yang berbunyi,”Bank sebagai penghimpun ▇▇▇ penyalur ▇▇▇▇ masyarakat, ▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇ satu usahanya adalah memberikan kredit. Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan, terjadi perubahan besar-besaran terhadap sistem ▇▇▇ metode penjamin atas suatu utang. Sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tersebut, berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Barat, bank yang memberikan fasilitas kridit hanya mewajibkan debiturnya untuk mendatangani Akta Surat Kuasa Memasang Hipotek yang dibuat didepan notaris agar dapat menjamin perlunasan utang ▇▇▇/atau kewajiban debitur tersebut. Jadi, dalam hal si debitur mulai lalai atau dengan kata lain bank sudah melihat gelagat bahwa debitur tersebut mulai macet atau kondisi keuangannya sudah tidak memungkinkan untuk mengembalikan fasilitas kredit yang diterimanya, maka bank akan “memasang” atau dengan kata lain mendaftarkan Akta Hipotek tersebut ▇▇ ▇▇▇▇▇▇ pertanahan setempat. Setelah terdaftar, bank dapat menjual lelang rumah ▇▇▇/atau tanah tersebut untuk melunasi kewajiban debitur dimaksud. Pemakaian jaminan berupa jaminan fidusia sendiri secara khusus dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi debitur untuk tetap menggunakan ▇▇▇▇▇-▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ pada dasarnya sudah dijaminkan kepada kreditur, dimana dikhawatirkan ▇▇▇▇▇-▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ dijaminkan tersebut bersifat krusial bagi kelangsungan usaha debitur. Maka melalui model jaminan fidusia debitur dapat melakukan perjanjian hutang dengan tetap menguasai ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ dijaminkan pada perjanjian hutang tersebut. Meskipun demikian, tidak jarang penggunaan model jaminan fidusia ini justru disalahgunakan oleh debitur yang tidak baik. Kelebihan fidusia yang memberikan debitur kuasa untuk tetap menguasai objek jaminan di ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ juga memberikan peluang bagi dicederainya perjanjian ▇▇▇ timbulnya wanprestasi oleh debitur di masa depan. 1 Widiyono, Try. Agunan Kredit dalam Financial Engineering. (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2009), hal. 102 Dalam praktiknya, tidak jarang permasalahan kredit macet dialami oleh bank ▇▇▇ lembaga pembiayaan yang memberikan jasa ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇ pembiayaan. Salah satu penyebab kredit macet sendiri ialah terjadinya pengalihan objek jaminan fidusia oleh debitur kepada pihak ketiga. Dimana pasca pengalihan tersebut debitur lalai ▇▇▇ merasa lepas dari kewajibannya karena objek jaminan tetah beralih kepada pihak ketiga. dari fenomena tersebut kemudian muncul permasalahan yang lebih khusus, yakni bagaimana debitur dapat menyelesaikan permasalahan kredit ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ disebabkan oleh dialihkannya objek jaminan fidusia oleh debitur kepada pihak ketiga. hal ini menjadikan permasalahan sedikit ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇ ketika debitur wanprestasi, maka timbul pertanyaan bahwasanya eksekusi yang dilakukan akan menggunakan mekanisme seperti apa, karena objek jaminan fidusia sendiri sudah beralih tangan dari debitur kepada pihak ketiga. Lebih lanjut, permasalahan menjadi semakin ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇ akibat adanya pengalihan objek jaminan oleh debitur ▇▇▇ pihak ketiga tersebut (baik melalui jual beli, sewa, atau lainnya) maka akan terjadi persinggungan hak antara pihak ketiga selaku penguasa objek dengan kreditur selaku pemilik sah objek tersebut.2 Hubungan antara bank dengan nasabah merupakan hubungan yang dilandasi asas kepercayaan. Masyarakat menyimpan dananya di bank, karena percaya bahwa dananya ▇▇▇▇ ▇▇▇ dapat diambil kembali sewaktu-waktu tanpa mengalami kesulitan. Aspek kepercayaan juga merupakan landasan hubungan bank dengan debitur. Hubungan antara bank ▇▇▇ nasabah debitur juga bersifat sebagai hubungan kepercayaan yang membedahkan kewajiban-kewajiban kepercayaan bank kepada nasabahnya. Perjanjian yang merupakan perikatan antara kreditur dengan dibitur atau pihak ketiga yang isinya menjamin pelunasan utang yang timbul dari pemberian kredit. Sifat perjanjian jaminan ini lazimnya dikonstruksikan sebagai perjanjian accessoir, yaitu senantiasa merupakan perjanjian yang dikaitkan dengan perjanjian pokok, mengabdi pada perjanjian perjanjian pokok. Tanah merupakan jaminan untuk pembayaran utang yang paling disukai oleh lembaga keuangan untuk fasilitas kredit. Sebab tanah, pada umumnya mudah dijual (marketable), harganya terus meningkat, mempunyai tanda bukti hak, sulit digelapkan ▇▇▇ dapat dibebani dengan hak tanggungan yang memberikan hak istimewa pada kreditur. Bagi masyarakat, perorangan atau badan ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ berusaha meningkatkan kebutuhan konsumtif atau produktif sangat membutuhkan pendanaan dari bank sebagai salah satu sumber ▇▇▇▇ dalam bentuk perkreditan, agar mampu mencukupi untuk mendukung peningkatan usahanya. Mengingat pentingnya kedudukan ▇▇▇▇ perkreditan dalam proses pembangunan, sudah semestinya jika pemberi ▇▇▇ penerima kredit serta pihak ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ terkait mendapat perlindungan melalui lembaga hak jaminan agar dapat memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang berkepentingan sebagai upaya mengantisipasi timbulnya resiko bagi kreditur pada ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ akan datang. Untuk usaha tersebut dapat menggunakan jasa perbankan. Penyaluran ▇▇▇▇ pinjaman berupa kredit dilakukan oleh bank selaku lembaga perantara keuangan kepada masyarakat yang membutuhkan modal selalu dituangkan dalam perjanjian sebagai landasan hubungan hukum diantara para pihak (▇▇▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇ debitor). Adanya perjanjian pinjam meminjam uang tersebut, maka mutlak diperlukan solusi hukum bagi lembaga jaminan agar memberikan kepastian bagi pengembalian pinjaman tersebut. Keberadaan lembaga jaminan sangat diperlukan, karena dapat memberikan kepastian ▇▇▇ perlindungan hukum bagi penyedia ▇▇▇▇ (▇▇▇▇▇▇▇▇) ▇▇▇ penerima pinjaman (debitor). Jaminan umum kurang menguntungkan bagi kreditor, maka diperlukan penyerahan harta kekayaan tertentu untuk diikat secara khusus sebagai jaminan pelunasan utang debitor, sehingga kreditor yang bersangkutan mempunyai kedudukan yang diutamakan atau 2 Sutarno, Aspek-aspek Hukum Perkreditan pada Bank. Bandung: Alfabeta, 2009 ▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇ daripada ▇▇▇▇▇▇▇▇-▇▇▇▇▇▇▇▇ lain dalam pelunasan utangnya. Jaminan yang seperti ini memberikan perlindungan kepada ▇▇▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇ didalam perjanjian akan diterangkan mengenai hal ini. Jaminan khusus memberikan kedudukan mendahului (preferen) bagi pemegangnya. Sehingga bank selalu meminta jaminan khusus tersebut pada setiap pemberian kredit.3 ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇ dalam buku Tan Kamelo mengemukakan sejumlah asas asas hukum jaminan yang objeknya ▇▇▇▇▇ adalah Pertama, asas hak kebendaan (real right), Kedua, asas asesor, Ketiga, ▇▇▇ ▇▇▇▇ didahulukan, Keempat, objeknya adalah ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ tidak bergerak, Kelima, asas asesi, Keenam, asas pemisahan horisontal, Ketujuh, asas terbuka, Kedelapan, asas spesifikasi / pertelaan, Kesembilan, asas mudah dieksekusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan hukum Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan sebagai dasar pembebanan hak tanggungan dalam perjanjian kredit serta untuk mengetahui faktor faktor yang menjadi kendala dalam mendaftarkan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) sebagai dasar pembebanan hak tanggungan dalam perjanjian kredit. Pada praktik perbankan untuk lebih mengamankan ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ disalurkan kreditor diperlukan tambahan pengamanan berupa jaminan khusus berupa jaminan kebendaan yaitu tanah. Penggunaan tanah sebagai jaminan kredit, didasarkan pada pertimbangan ▇▇▇▇ ▇▇▇ mempunyai nilai ekonomis yang relatif tinggi. Lembaga jaminan oleh lembaga perbankan dianggap paling efektif ▇▇▇ ▇▇▇▇ adalah tanah dengan jaminan hak tanggungan. Berdasarkan fenomena di atas, yang menjadi persoalan yakni nasabah (debitor) yang telah melakukan pinjaman kredit di bank dengan jaminan hak tanggungan telah menjual agunan di bawah tangan kepada pihak ketiga (pembeli) tanpa sepengetahuan pihak bank, sehingga adanya wanprestasi yang terjadi. Hal ini terjadi dalam masyarakat, sehingga dampak yang dilakukan oleh nasabah tersebut telah merugikan pihak bank selaku pemegang hak tanggungan atas perikatan yang telah dilakukan. Hal ini didasarkan pada adanya kemudahan dalam mengidentifikasi objek hak tanggungan, jelas ▇▇▇ ▇▇▇▇▇ eksekusinya, disamping itu hutang yang dijamin dengan hak tanggungan harus dibayar terlebih dahulu dari tagihan lainnya dengan uang hasil pelelangan tanah yang menjadi objek hak tanggungan memang ▇▇▇ ▇▇▇▇ tidak diabaikan dalam perjanjian kredit adalah perlindungan hukum bagi kreditor manakala debitor wanprestasi, apalagi jika debitor mengalami kemacetan dalam pembayarannya. Pemanfaatan lembaga eksekusi hak tanggungan merupakan cara percepatan pelunasan piutang agar ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ telah dikeluarkan itu dapat segera kembali kepada bank (kreditor), ▇▇▇ ▇▇▇▇ tersebut dapat digunakan lagi dalam perputaran roda perekonomian. Untuk itu, ada kemudahan yang disediakan oleh Undang-Undang Hak Tanggungan (selanjutnya disebut UUHT) bagi para kreditor pemegang hak tanggungan, manakala debitor wanprestasi, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 20 ayat (1) huruf (a) ▇▇▇ (b) UUHT menyebutkan eksekusi atas ▇▇▇▇▇ jaminan hak tanggungan dapat ditempuh atas 3 (tiga) cara yakni (1) ▇▇▇▇▇▇ executie; (2) title executorial; ▇▇▇ (3) penjualan di bawah tangan. Ketiga eksekusi hak tanggungan masing-masing memiliki perbedaan dalam prosedur pelaksanaannya. Untuk eksekusi yang menggunakan title executorial berdasarkan sertifikat hak tanggungan (sebelum menggunakan Grosse Akta Hipotek), dimana pelaksanaan penjualan ▇▇▇▇▇ jaminan tunduk ▇▇▇ patuh terhadap hukum acara perdata sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 224 H.I.R/258 RBg. Sedangkan eksekusi yang dilakukan dibawah tangan pelaksanaan harus memenuhi
meminta nasihat daripada Pihak ▇▇▇▇▇▇ dalam semua perkara berkenaan dengan jualan lelongan, termasuk Syarat-syarat Jualan (iii) membuat carian Hakmilik ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇ rasmi di Pejabat Tanah ▇▇▇/atau ▇▇▇▇-▇▇▇▇ Pihak-pihak Berkuasa yang berkenaan ▇▇▇ (iv) membuat pertanyaan dengan Pihak Berkuasa yang berkenaan samada jualan ini terbuka kepada semua bangsa atau kaum Bumiputra Warganegara Malaysia sahaja atau melayu sahaja ▇▇▇ juga mengenai persetujuan untuk jualan ini sebelum jualan lelong.Penawar yang berjaya ("Pembeli") dikehendaki dengan segera memohon ▇▇▇ mendapatkan kebenaran pindahmilik (jika ada) daripada Pihak Pemaju ▇▇▇/atau Pihak Tuanpunya ▇▇▇/atau Pihak Berkuasa Negeri atau badan-badan berkenaan (v) memeriksa ▇▇▇ memastikan samada jualan ini dikenakan cukai. HAKMILIK : Hakmilik strata bagi hartanah ini masih belum dikeluarkan HAKMILIK INDUK / NO. LOT : Pajakan Negeri 35263, Lot No.29096 MUKIM/DAERAH/NEGERI : Setapak / Kuala Lumpur / Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur PEGANGAN : Pajakan selama 82-tahun berakhir pada 08/08/2085 KELUASAN LANTAI : 81.104 meter persegi ( 873 kaki persegi ) PEMAJU/PENJUAL : Mega Planner Jaya Sdn Bhd (326287-W)(Dalam Likuidasi) TUANPUNYA : Datuk Bandar Kuala Lumpur PEMBELI : ▇▇▇▇▇▇▇▇ Bin ▇▇▇▇▇ @ ▇▇▇▇ BEBANAN : Diserahhak kepada RHB Bank Berhad [196501000373 (6171-M)] Hartanah tersebut terletak di tingkat 9 pada bangunan apartment 14-tingkat terletak di Melati Impian Apartment, Setapak Fasa 1, Kuala Lumpur. Hartanah tersebut adalah sebuah unit apartment 3 ▇▇▇▇▇ dikenali sebaga ▇▇▇▇▇ Pemaju No. 9, Tingkat No.9, Pembangunan dikenali sebagai Melati Impian Apartment Setapak Fasa 1, Kuala Lumpur ▇▇▇ mempunyai alamat surat-▇▇▇▇▇▇▇▇ ▇▇ ▇▇▇▇ ▇▇. ▇-▇, ▇▇▇▇▇▇ Impian Apartment, ▇▇▇▇▇ ▇/▇▇▇, ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇, ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇, ▇▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇. Harta ini dijual “keadaan seperti mana sediada” dengan harga rizab sebanyak RM 300,000.00 (RINGGIT MALAYSIA: TIGA RATUS RIBU SAHAJA) ▇▇▇ tertakluk kepada syarat-syarat Jualan ▇▇▇ melalui penyerahan hakkan dari Pemegang Serahak, tertakluk kepada kelulusan di perolehi oleh pihak Pembeli daripada pihak berkuasa, jika ada, termasuk semua terma, syarat ▇▇▇ perjanjian yang dikenakan ▇▇▇ mungkin dikenakan oleh Pihak Berkuasa yang berkenaan. Pembeli bertanggungjawab sepenuhnya untuk memperolehi ▇▇▇ mematuhi syarat-syarat berkenaan daripada Pihak Berkuasa yang berkenaan, jika ada ▇▇▇ semua ▇▇▇ ▇▇▇ perbelanjaan ditanggung ▇▇▇ dibayar oleh ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇▇.Pembeli atas talian (online) juga tertakluk kepada terma-terma ▇▇▇ syarat-syarat terkandung dalam ▇▇▇.▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇.▇▇▇ Pembeli yang berminat adalah dikehendaki mendeposit kepada Pelelong 10% daripada harga rizab dalam bentuk Bank Draf atau Cashier’s Order di atas nama RHB Bank Berhad sebelum lelongan awam ▇▇▇ ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇ hendaklah dibayar dalam tempoh sembilan puluh (90) hari dari tarikh lelongan kepada RHB Bank Berhad melalui Bank Draf / ▇▇▇▇▇▇. Butir-butir pembayaran melalui ▇▇▇▇▇▇, ▇▇▇▇ berhubung dengan Tetuan Zahrin Emrad & Sujaihah. Untuk maklumat lanjut, ▇▇▇▇ berhubung dengan TETUAN ZAHRIN EMRAD & SUJIAHAH, yang beralamat di Suite 10.3, 10th Floor, ▇▇▇ ▇▇▇▇ Building, ▇▇.▇▇, ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇, ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇. Tel: ▇▇-▇▇▇▇ ▇▇▇▇ / Fax: ▇▇-▇▇▇▇ ▇▇▇▇. [ Ruj: ZES/ZHR/RHB-FC/16250-17/0614-pae ], peguamcara bagi pihak pemegang ▇▇▇▇▇ ▇▇▇ atau pelelong yang tersebut dibawah.
STAFF ORIENTATION 4101 The Employer shall provide an appropriate orientation program for nurses newly employed. The orientation program shall include such essential information as policies, nursing procedures, the location of supplies and equipment, fire, safety and disaster plans. Where necessary, orientation shall be provided for nurses moving to a new area of practice. 4102 The Employer shall provide a program of inservice education for nurses pertinent to patient care. 4103 The Employer shall provide, access to reference materials as is required in relation to maintaining current knowledge of general nursing care. Licensed Practical Nurse 2015 Hourly 25.198 26.022 26.836 27.825 28.732 29.745 30.804 31.420 Monthly 4,231.164 4,369.528 4,506.212 4,672.281 4,824.582 4,994.681 5,172.505 5,275.942 Annual 50,773.970 52,434.330 54,074.540 56,067.375 57,894.980 59,936.175 62,070.060 63,311.300 Nurse II 2015 Hourly 32.917 34.066 35.218 36.419 37.593 38.811 39.587 Monthly 5,527.313 5,720.249 5,913.689 6,115.357 6,312.491 6,517.014 6,647.317 Annual 66,327.755 68,642.990 70,964.270 73,384.285 75,749.895 78,204.165 79,767.805 Nurse II (20 Year Scale) 2015 Hourly 33.575 34.747 35.923 37.148 38.345 39.587 Monthly 5,637.802 5,834.600 6,032.070 6,237.768 6,438.765 6,647.317 Annual 67,653.625 70,015.205 72,384.845 74,853.220 77,265.175 79,767.805 Nurse III 2015 Hourly 34.168 35.321 36.523 37.697 38.787 39.975 41.201 42.025 Monthly 5,737.377 5,930.985 6,132.820 6,329.955 6,512.984 6,712.469 6,918.335 7,056.698 Annual 68,848.520 71,171.815 73,593.845 75,959.455 78,155.805 80,549.625 83,020.015 84,680.375 Nurse III (20 Year Scale) 2015 Hourly 34.851 36.027 37.254 38.451 39.563 40.775 42.025 Monthly 5,852.064 6,049.534 6,255.568 6,456.564 6,643.287 6,846.802 7,056.698 Annual 70,224.765 72,594.405 75,066.810 77,478.765 79,719.445 82,161.625 84,680.375 Nurse IV 2015 Hourly 35.340 36.649 37.959 39.387 41.024 42.612 44.273 45.158 Monthly 5,934.175 6,153.978 6,373.949 6,613.734 6,888.613 7,155.265 7,434.175 7,582.781 Annual 71,210.100 73,847.735 76,487.385 79,364.805 82,663.360 85,863.180 89,210.095 90,993.370 Nurse IV (20 Year Scale) 2015 Hourly 36.047 37.382 38.718 40.175 41.844 43.464 45.158 Monthly 6,052.892 6,277.061 6,501.398 6,746.052 7,026.305 7,298.330 7,582.781 Annual 72,634.705 75,324.730 78,016.770 80,952.625 84,315.660 87,579.960 90,993.370 Nurse V 2015 Hourly 37.305 38.733 40.369 41.957 43.690 45.388 47.157 48.100 Monthly 6,264.131 6,503.916 6,778.628 7,045.280 7,336.279 7,621.402 7,918.446 8,076.792 Annual 75,169.575 78,046.995 81,343.535 84,543.355 88,035.350 91,456.820 95,021.355 96,921.500 Nurse V (20 Year Scale) 2015 Hourly 38.051 39.508 41.177 42.797 44.564 46.296 48.100 Monthly 6,389.397 6,634.052 6,914.305 7,186.330 7,483.038 7,773.870 8,076.792 Annual 76,672.765 79,608.620 82,971.655 86,235.955 89,796.460 93,286.440 96,921.500 Nurse Practitioner 2015 Hourly 42.515 45.635 47.511 49.385 51.408 52.437 Monthly 7,138.977 7,662.877 7,977.889 8,292.565 8,632.260 8,805.046 Annual 85,667.725 91,954.525 95,734.665 99,510.775 103,587.120 105,660.555 Nurse Practitioner (20 Year Scale) 2015 Hourly 43.365 46.548 48.461 50.373 52.437 Monthly 7,281.706 7,816.185 8,137.410 8,458.466 8,805.046 Annual 87,380.475 93,794.220 97,648.915 101,501.595 105,660.555 Weekend Worker - Licensed Practical Nurse 2015 Hourly 28.977 29.925 30.861 31.999 33.042 34.206 35.425 36.133 Monthly 4,865.721 5,024.906 5,182.076 5,373.165 5,548.303 5,743.758 5,948.448 6,067.333 Annual 58,388.655 60,298.875 62,184.915 64,477.985 66,579.630 68,925.090 71,381.375 72,807.995 Weekend Worker - Nurse II 2015 Hourly 37.855 39.176 40.501 41.882 43.232 44.633 45.526 Monthly 6,356.485 6,578.303 6,800.793 7,032.686 7,259.373 7,494.625 7,644.574 Annual 76,277.825 78,939.640 81,609.515 84,392.230 87,112.480 89,935.495 91,734.890 Weekend Worker - Nurse II (20 Year Scale) 2015 Hourly 38.612 39.959 41.311 42.720 44.097 45.526 Monthly 6,483.598 6,709.782 6,936.805 7,173.400 7,404.621 7,644.574 Annual 77,803.180 80,517.385 83,241.665 86,080.800 88,855.455 91,734.890 Weekend Worker - Nurse III 2015 Hourly 39.293 40.619 42.002 43.352 44.605 45.971 47.381 48.329 Monthly 6,597.950 6,820.607 7,052.836 7,279.523 7,489.923 7,719.297 7,956.060 8,115.245 Annual 79,175.395 81,847.285 84,634.030 87,354.280 89,879.075 92,631.565 95,472.715 97,382.935 Weekend Worker - Nurse III (20 Year Scale) 2015 Hourly 40.079 41.431 42.842 44.219 45.497 46.891 48.329 Monthly 6,729.932 6,956.955 7,193.886 7,425.107 7,639.705 7,873.780 8,115.245 Annual 80,759.185 83,483.465 86,326.630 89,101.285 91,676.455 94,485.365 97,382.935 Weekend Worker - Nurse IV 2015 Hourly 40.641 42.146 43.653 45.295 47.177 49.003 50.914 51.932 Monthly 6,824.301 7,077.016 7,330.066 7,605.785 7,921.805 8,228.420 8,549.309 8,720.248 Annual 81,891.615 84,924.190 87,960.795 91,269.425 95,061.655 98,741.045 102,591.710 104,642.980 Weekend Worker - Nurse IV (20 Year Scale) 2015 Hourly 41.454 42.989 44.526 46.201 48.121 49.983 51.932 Monthly 6,960.818 7,218.570 7,476.658 7,757.918 8,080.318 8,392.979 8,720.248 Annual 83,529.810 86,622.835 89,719.890 93,095.015 96,963.815 100,715.745 104,642.980 Weekend Worker - Nurse V 2015 Hourly 42.900 44.543 46.425 48.251 50.244 52.196 54.230 55.315 Monthly 7,203.625 7,479.512 7,795.531 8,102.147 8,436.805 8,764.578 9,106.121 9,288.310 Annual 86,443.500 89,754.145 93,546.375 97,225.765 101,241.660 105,174.940 109,273.450 111,459.725 Weekend Worker - Nurse V (20 Year Scale) 2015 Hourly 43.758 45.434 47.353 49.216 51.249 53.240 55.315 Monthly 7,347.698 7,629.126 7,951.358 8,264.187 8,605.561 8,939.883 9,288.310 Annual 88,172.370 91,549.510 95,416.295 99,170.240 103,266.735 107,278.600 111,459.725 1 Eligibility for the 20 Year increment is determined in accordance w ith Article 2105.