Analisis Data Klausul Contoh

Analisis Data. Analisis data pada penelitian ini dengan cara analisis data kualitatif. yaitu dengan cara menafsirkan, menginterprestasikan, dan mengklasifikasikan data yang diperoleh dari peraturan perundang-undangan dan hasil wawancara dengan menggunakan kerangka teori dan kerangka konsep yang hasilnya diuraikan dan dijelaskan kedalam bentuk kalimat yang jelas, teratur, logis dan efektif sehingga diperoleh gambaran yang jelas tepat, dan dapat ditarik kesimpulan sehingga dari beberapa kesimpulan tersebut dapat diajukan saran-saran. Meliputi kegiatan pengklasifikasi data, editing, penyajian hasil analisis dalam bentuk narasi, dan pengambilan keputusan.46
Analisis Data. Analisis data dilakukan secara kualitatif, komprehensif, dan lengkap. Analisis kualitatif artinya menguraikan data secara bermutu dalam bentuk kalimat yang teratur, runtun, logis, tidak tumpang tindih, dan efektif, sehingga memudahkan interprestasi data dan pemahaman hasil analisis. Komprehensif artinya analisis data secara mendalam dari berbagai aspek sesuai dengan lingkup penelitian. Lengkap artinya tidak ada bagian yang terlupakan, semua sudah masuk analisis. 64
Analisis Data. Analisis data dilakukan secara kualitatif, dengan pertimbangan. Pertama, menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Kedua, metode ini lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Model analisis kualitatif yang digunakan adalah (dengan cara mengkaji objek penelitian kemudian diproyeksikan pada standar norma-norma hukum/peraturan perundang-undangan yang berlaku ideal yang diharapkan selanjutnya ditafsirkan (diinterpretasikan) berdasar teori (theoretical interpretation) dan untuk kemudian ditarik general▇▇▇▇▇ sebagai rumusan yang bersifat ideal (ius constitutum). Data yang diperoleh dari penelitian akan dianalisis dengan cara sebagai berikut:
Analisis Data. Analisis data untuk penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis structural equation model partial least square (PLS) yang akan diolah menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3.0. PLS merupakan pendekatan aternatif yang bergeser dari pendekatan SEM berbasis kovarian menjadi berbasis varian. Menurut ▇▇▇▇▇▇▇ (2015) PLS bertujuan untuk membantu peneliti melakukan prediksi. Berdasarkan asumsi statistiknya, PLS digolongkan sebagai jenis nonparametric sehingga tidak diperlukan data dengan distribusi normal. PLS menggunakan metode bootstrapping atau pengadaan secara acak, sehingga asumsi normalitas tidak menjadi masalah bagi PLS. Selain itu, dengan dilakukan bootstrapping PLS juga tidak mensyaratkan jumlah minimal sampel. Tahapan untuk menganalisis data dengan PLS adalah sebagai berikut :
Analisis Data. 3.4.1 Analisis Deskriptif 3.4.2 Analisis PLS (Partial Least Square) Kombinasi regresi dengan path analysis dipilih dalam upaya pengujian hipotesis tentang hubungan langsung ataupun tidak langsung di antara kompleksnya variabel yang ada sehingga dapat menggunakan metode analisis Partial Least Square. PLS dapat menggambarkan seluruh hubungan variabel dependen serta independen dalam satu analisis. PLS merupakan salah satu program yang dapat digunakan untuk analisis data yang ada dengan program SMART PLS 3. Seluruh hubungan yang terjadi dapat digambarkan dalam model melalui teori. Pengaruh Fit Viability serta penggunaan sistem barcode terhadap kinerja perusahaan serta variabel lain yang berpengaruh pada Fit Viability dapat dianalisis dengan baik dengan program ini. Beberapa keunggulan PLS menurut Hair et al. (2014) di antaranya : a. Mampu mengoperasikan model kompleks, variabel dependen dan independen dalam jumlah yang banyak tidak menjadi masalah. b. Mampu memproses tentang data yang memiliki multilinieritas di antara para variabel yang berdiri sendiri. c. Mampu memproses walau ada data hilang atau data tidak normal, hasil tetap kokoh dan baik. d. Pada data yang memiliki kontruk reflektif dan formatif dapat diterapkan. e. Data yang digolongkan sampel kecil serta data tidak harus berdistribusi normal juga dapat dioperasikan. f. Tipe data berskala berbeda seperti data nominal, ordinal dan kontinus juga dapat digunakan. SEM dan PLS memiliki beberapa perbedaan. PLS bersifat prediksi sedangkan SEM bersifat pengujian teoritis (▇▇▇▇▇▇▇ & ▇▇▇▇▇, 2015). PLS memiliki bentuk baik model pengukuran serta struktural. Variabel observasi dengan variabel laten memiliki hubungan yang disebut model pengukuran. Sedangkan model struktural berbentuk penjabaran mengenai hubungan antar variabel laten. Oleh karena itu, umumnya model bersifat valid dan dapat diandalkan, namun model struktural hanya mengevaluasi daya penjelas (explanatory power) dan tingkat signifikansi koefisien jalur. Berikut ini adalah tahapan dalam proses analisis data PLS menurut Hair (2014) : 3.4.2.1 Evaluasi Model Pengukuran (Outer Model) Evaluasi model pengukuan memiliki 3 kriteria sebagai bentuk penilai outer model indikator reflektif yang dijabarkan sebagai berikut :
Analisis Data. 40Ibid, hlm. 90.
Analisis Data. 4.2.1 Analisis data modul 1 (Install Software Arduino IDE) 4.2.2 Analisis data Penjelasan Program Arduino IDE 4.2.3 Analisis data modul 2 (Program Blink Lampu LED pada Pin 13)
Analisis Data. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dan bersumber dari sumber hukum dan sumber tertulis lainnya. Analisis kualitatif juga mendeskripsikan data dalam bentuk kalimat yang teratur, logis, dan tidak tumpeng tindih, dan efektif sehingga memudahkan interpretasi data dan pemahaman hasil analisis, kemudian ditarik kesimpulan sehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai jawaban dari permasalahan.46 45 Ibid, hlm. 126. 46 Ibid, hlm, 127.
Analisis Data. Data yang diperoleh akan dianalisis secara normatif kualitatif, yaitu data yang diperoleh, dipilih dan disusun secara sistematis. Secara kualitatif untuk mencapai kejelasan masalah yang akan dibahas, selanjutnya tahap penemuan hasil yang diperoleh dari penelitian kepustakaan yaitu dengan mempelajari buku-buku atau literatur-literatur yang relevan dengan pokok permasalahan dan dari penelitian 43 ▇▇▇▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇▇▇, Hukum dan Penelitian Hukum, Alumni Bandung., hlm. 90-91 lapangan, sehingga didapat suatu kesimpulan, kemudian disusun secara sistematis dalam bentuk laporan penelitian atau skripsi. 70
Analisis Data. Kegiatan yang dilakukan setelah memulai langkah- langkah untuk menganalisa yaitu mempelajari keadaan di kapal AHTS Etzomer 505 untuk mengetahui situasi dengan bekal pengetahuan dari apa yang didapatkan dilapangan dan kepustakaan. Selanjutnya kita mulai identifikasi masalah yang ada dan menetapkan apa yang menjadi tujuan dan masalah yang kita temui, maka kita dapat menentukan metode penelitian yang sesuai. Dari apa yang kita peroleh sesuai dengan langkah - langkah di atas maka kita dapat mengumpulkan data yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Data yang telah diperoleh diolah sesuai dengan teori dan metode yang kita telah tetapkan dari awal sebelum melakukan pengumpulan data. Data yang kita olah kemudian kita analisa hasil yang diperoleh dengan membandingkan hasil - hasil dari disiplin teori yang kita gunakan. Dari hasil tersebut kita analisa kemudian kita membuat pembahasan mengenai hal tersebut. Setelah semuanya di anggap selesai, maka kita dapat menarik sebuah kesimpulan dari apa yang kita analisa dan bahas, kemudian kita memberikan saran yang sesuai dengan apa yang disimpulkan dan dapat merupakan bahan masukan dalam mengatasi masalah tersebut, barulah langkah– langkah ini dianggap selesai.