Saran. 1. Pemerintah disarankan untuk mengkaji ▇▇▇ mengembangkan indikator-indikator tertentu pada IJEPA seperti penyesuaian tarif bea masuk ▇▇▇ skema tarif USDFS (User Spesific Duty Free Scheme). Hal ini menyangkut pada peningkatan impor jauh lebih besar persentasenya dibandingkan peningkatan ekspor pada saat sesudah diberlakukannya IJEPA. Perlu dilakukan untuk menyeimbangkan pertumbuhan antara ekspor ▇▇▇ impor. 2. Pemerintah disarankan untuk membantu ▇▇▇ mendorong pelaku bisnis dalam negeri. Pemerintah dapat memberikan kredit usaha ataupun mengedukasi para pengusaha agar mampu meningkatkan kualitas ▇▇▇ kuantitas dari produk mereka sendiri, khususnya untuk beberapa sektor unggulan Indonesia yaitu agribisnis ▇▇▇ perikanan sehingga mampu bersaing di Indonesia maupun di Jepang. Selain itu perlunya diberikan pengetahuan ▇▇▇ menumbuhkan niat kepada pengusaha-pengusaha mikro Indonesia agar melakukan perdagangan internasional. Disamping itu perlu diadakannya seminar atau penyuluhan bagi para pelaku bisnis agar IJEPA lebih diketahui ▇▇▇ dapat dimanfaatkan secara maksimal. 3. Pada penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan data pada komoditas tertentu, hal ini untuk mengetahui produk Indonesia jenis apa yang diminati di negara Jepang. Disarankan juga untuk meneliti pada indikator makroekonomi lainnya yang dapat berpengaruh langsung pada perdagangan Indonesia ▇▇▇ Jepang, hal ini berhubung IJEPA sendiri tidak hanya mengatur tentang perdagangan internasional tapi juga mengenai Investasi Langsung Luar Negeri (Foreign Direct Investment) ▇▇▇ juga tenaga kerja. Apridar, 2012. Ekonomi Internasional : Sejarah, Teori, Konsep ▇▇▇ Permasalahan dalam Aplikasinya . Yogyakarta : Graha Ilmu Badan Pengkajian ▇▇▇ Pengembangan Kebijakan Luar Negeri, 2010. Penjajakan Free Trade Agreement
Appears in 2 contracts
Sources: Economic Partnership Agreement, Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (Ijepa)