Pendahuluan. Kota Batam sebagai wilayah administrasi pemerintahan yang baru merupakan Daerah Otonom yang dibentuk bersama 7 Kabupaten lainnya di Provinsi Riau berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999. Berdasarkan UU tersebut wilayah Kota Batam telah dimekarkan dengan memasukkan sebagian wilayah dari Kec. ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇ Kec. Bintan Utara, Kabupaten Kepulauan Riau ▇▇▇ telah ▇▇▇▇▇▇ kembali wilayah administrasi kecamatannya. Kota Batam memiliki 8 (delapan) wilayah kecamatan yang meliputi beberapa pulau besar ▇▇▇▇ ▇▇▇ di Kota Batam, meliputi Pulau Batam, Pulau Rempang, Pulau ▇▇▇▇▇▇, Pulau ▇▇▇▇▇▇ Baru, ▇▇▇ Pulau Bulan, serta sejumlah gugus pulau-pulau kecil di sekitarnya. Pesatnya perkembangan di Kota Batam, disadari bahwa perkembangan tersebut sesungguhnya masih terkonsentrasi pada wilayah Pulau Batam (wilayah perkotaan) ▇▇▇ belum banyak menyentuh kelompok masyarakat yang bermukim di wilayah kepulauan (wilayah perdesaan) di luar Pulau Batam. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari pertumbuhan sektor-sektor perkotaan (industri, perdagangan ▇▇▇ ▇▇▇▇, pariwisata kota) yang selama ini berlangsung di Pulau Batam, sekaligus mengindikasikan belum optimalnya upaya mengembangkan ruang ▇▇▇ potensi SDA yang berada di wilayah kepulauan di luar Pulau Batam. Pengembangan pembangunan yang meningkatkan pesat di Kota Batam telah meningkatkan daya ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ pendatang untuk mengembangkan usaha ▇▇▇ meningkatkan jumlah penduduk di beberapa wilayah Kecamatan ▇▇▇ Kelurahan sangat variatif. Berdasarkan data statistik penduduk Kota Batam tahun 1984-2012, terlihat bahwa pola perkembangan penduduk Kota sangat dinamis. Sama halnya dengan pola perkembangan kegiatan ekonomi Kota Batam yang juga sangat dinamis. Pola perkembangan sosial ekonomi yang seperti ini tidak terlepas dari fungsi ▇▇▇ peruntukkan Kota Batam , sebagai salah satu Kawasan Strategis Nasional , yang menjadi kutup pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penulis penelitian ini mengusulkan ▇▇▇ membahas PT Lingga Jaya Konstruksi untuk mendukung program Pemerintah Batam, yang disadari Batam sebagai area strategis untuk memicu pembangunan ▇▇▇ pertumbuhan ekonomi, dengan ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇ tujuan umum untuk melaksanakan beberapa komponen kegiatan pembangunan seperti jasa konstruksi ▇▇▇ pengadaan, perdagangan, industri, transportasi, percetakan, percetakan, bengkel dll. Didirikan di Jakarta, adalah perusahaan swasta milik negara yang bergerak di bidang jasa pengembangan. , Penambangan, pertanian ▇▇▇ lainnya. Tujuan khusus pendirian PT Lingga Jaya Konstruksi adalah menjalankan sektor pembangunan dalam kerangka aktivitas fisik yang mencakup berbagai bidang jasa konstruksi ▇▇▇ ▇▇▇▇ pengadaan yang mencakup berbagai negara. Tergantung pada kemampuan perusahaan tergantung pada kegiatan yang akan diadakan di bidang jasa konstruksi meliputi:
Appears in 2 contracts
Sources: Perjanjian Kerjasama, Perjanjian Kerjasama
Pendahuluan. Kota Batam ▇▇▇▇▇▇, berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang ▇▇▇▇▇▇ (selanjutnya ditulis UU ▇▇▇▇▇▇) adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, ▇▇▇ air, ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan ▇▇▇▇▇▇, bahan baku ▇▇▇▇▇▇, ▇▇▇ bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, ▇▇▇/atau pembuatan makanan atau minuman. Dalam bagian menimbang dari UU ▇▇▇▇▇▇ disebutkan bahwa ▇▇▇▇▇▇ merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama ▇▇▇ pemenuhannya merupakan bagian dari ▇▇▇ ▇▇▇▇▇ manusia yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia *) Dewi Nurul Musjtari, S.H., M.Hum., adalah dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadyah Yogyakarta. Tahun 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan ▇▇▇ pemenuhan konsumsi ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ cukup, aman, bermutu, ▇▇▇ bergizi seimbang, baik pada tingkat nasional maupun daerah hingga perseorangan secara merata di seluruh wilayah administrasi pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia sepanjang waktu dengan memanfaatkan sumber daya, kelembagaan, ▇▇▇ budaya lokal. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang baru merupakan Daerah Otonom besar, di ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ memiliki sumber daya ▇▇▇▇ ▇▇▇ sumber ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ beragam mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara berdaulat ▇▇▇ mandiri. Kondisi demikian belum dapat diwujudkan manakala perdagangan bebas (free trade) atau liberalisasi perdagangan (trade liberalization) mulai diterapkan dalam perdagangan internasional yang dibentuk bersama 7 Kabupaten lainnya memberikan kosekuensi bagi Indonesia untuk mengikutinya. Perdagangan bebas atau liberalisasi perdagangan adalah konsep ekonomi yang mengacu kepada berlangsungnya penjualan produk antar negara dengan tanpa dikenai ▇▇▇▇▇ ekspor–impor atau hambatan perdagangan lainnya. Perdagangan bebas dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan atas dasar regulasi yang diterapkan salah satu negara) dalam perdagangan antar indvidual ▇▇▇ ▇▇▇▇▇ perusahaan yang berada di Provinsi Riau berdasarkan UU Nonegara yang berbeda1. 53 Tahun 1999Hal ini terkait dengan banyak faktor seperti kesiapan produk dalam negeri menghadapi serangan barang impor, serta potensi pasar yang menjadi berkurang. Terlebih lagi kesiapan komoditas ▇▇▇▇▇▇ Indonesia saat ini. Perkembangan perdagangan internasional mengarah pada bentuk perdagangan yang lebih bebas yang disertai dengan berbagai bentuk kerjasama bilateral, regional ▇▇▇ mulitilateral. Perundingan bidang pertanian dalam forum kerjasama multilateral diwadahi oleh badan dunia World Trade Organization (WTO) dimana badan dunia ini didirikan karena adanya General Agreement on Tariffs and Trade (GATT), persetujuan setelah Perang ▇▇▇▇▇ ▇▇ untuk meniadakan hambatan perdagangan internasional. Sejalan dengan hal tersebut, kerjasama antara negara berdekatan secara regional muncul dimana-mana 1 Rinsa, 2011, Liberalisasi Perdagangan ▇▇▇ Neoliberalisme, ▇▇▇▇://▇▇▇▇▇▇.▇▇▇/opini/2068215.htm. seperti AFTA (ASEAN Free Trade Area), NAFTA (North America Free Trade Agreement), EU (Europe Union), MERCOSUR (the Southern Part of South America), CARICOM (Central America) ▇▇▇ ▇▇▇▇-lain. Salah satu tujuan utama perjanjian perdagangan internasional adalah berupaya mengurangi atau menghilangkan hambatan perdagangan. Liberalisasi perdagangan dunia dengan pola kerjasama internasional memberikan implikasi yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. Suatu kebijakan pembangunan ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ harus mengandung tiga unsur yaitu ecological security, livelihood security ▇▇▇ food security. Suatu sustainable agriculture adalah suatu sistem pertanian yang mendasarkan dirinya pada pemanfaatan sumberdaya alam (lahan, air ▇▇▇ kenearagaman hayati lainnya) secara lestari. Tetapi nampaknya liberalisasi pardagangan produk-produk pertanian akan mengubah ketiga aspek dasar kebijakan ketahanan ekologis suatu sistem pertanian ▇▇▇ tidak menjadikan pertanian menjadi bebas. Dalam aplikasinya yang terjadi justru sebaliknya, liberalisasi perdagangan justru memperkuat sentralisme pembangunan pertanian karena keputusan seperti itu akan mendorong terciptanya konsentrasi pemilikan sumberdaya alam, dengan cara menghilangkan batasan kepemilikan terhadap sumber alam tersebut. Adanya beberapa permasalahanseperti disebutkan di atas, mendorong beberapa para pakar ekonomi politik dari negara berkembang menjadi kurang sepakat terhadap pemberlakukan perdagangan bebas ini. Harapan para pakar ekonomi politik, adalah free and fair trade (perdagangan bebas ▇▇▇ ▇▇▇▇), namun kenyataannya tidak demikian. Oleh karena itu perdagangan yang berlangsung seyogyanya tidak hanya sebatas bebas semata, tetapi juga harus memenuhi aspek keadilan ▇▇▇ kesetaraan. Di dalam operasionalnya, selain beberapa permasalahan ▇▇▇ kendala di atas perdagangan internasional seringkali terhambat dengan adanya berbagai hal ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇: ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ ditetapkan oleh negara pengimpor, biaya tambahan yang diterapkan terhadap barang ekspor ▇▇▇ impor, serta regulasi non tarif pada barang impor. Berdasarkan UU teori perdagangan tersebut wilayah Kota Batam telah dimekarkan ditolak oleh perdagangan bebas namun dalam praktiknya sangat berbeda. Perjanjian ▇▇▇ kesepakatan perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru menimbulkan hambatan baru (terutama dalam bentuk hambatan non tarif) bagi terciptanya ▇▇▇ terlaksananya pasar bebas. Perjanjian–perjanjian tersebut sering dikritik karena hanya melindungi kepentingan industri maju ▇▇▇ perusahaan besar. Suatu kebijakan pembangunan ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ seharusnya mengandung tiga unsur yaitu ecological security, livelihood security ▇▇▇ food security. Suatu sustainable agriculture adalah suatu sistem pertanian yang mendasarkan dirinya pada pemanfaatan sumberdaya alam (lahan, air ▇▇▇ kenearagaman hayati lainnya) secara lestari. Tetapi Nampaknya liberalisasi pardagangan produk- produk pertanian akan mengubah ketiga aspek dasar kebijakan ketahanan ekologis suatu sistem pertanian, ▇▇▇ tidak menjadikan pertanian menjadi bebas. Sebaliknya liberalisasi perdagangan justru memperkuat sentralisme pembangunan pertanian karena keputusan seperti itu akan mendorong terciptanya konsentrasi pemilikan sumberdaya alam, dengan memasukkan sebagian wilayah dari Keccara menghilangkan batasan kepemilikan terhadap sumber alam tersebut. Hal ini tentunya akan memberikan konsekuensi bagi ketahanan ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇ Kecpertanian di Indonesia yang sekaligus akan menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia. Bintan UtaraBerdasarkan uraian di atas, Kabupaten Kepulauan Riau ▇▇▇ telah rumusan masalah bahasan ini adalah: (1) bagaimanakah pengaturan WTO Agreement terhadap liberalisasi perdagangan di Indonesia? (2) bagaimanakah dampak ketahanan ▇▇▇▇▇▇ kembali wilayah administrasi kecamatannya. Kota Batam memiliki 8 di Indonesia sebagai akibat liberalisasi perdagangan dalam WTO Agreement ? (delapan3) wilayah kecamatan yang meliputi beberapa pulau besar ▇apakah UU WTO sesuai dengan nilai-nilai dalam Pancasila ▇▇▇ ▇▇▇ di Kota Batam, meliputi Pulau Batam, Pulau Rempang, Pulau ▇▇▇▇▇▇, Pulau ▇▇▇▇▇▇ Baru, ▇▇▇ Pulau Bulan, Sistem Tata Aturan dalam Hukum Positif Indonesia serta sejumlah gugus pulau-pulau kecil di sekitarnya. Pesatnya perkembangan di Kota Batam, disadari bahwa perkembangan tersebut sesungguhnya masih terkonsentrasi pada wilayah Pulau Batam (wilayah perkotaan) ▇▇▇ belum banyak menyentuh kelompok masyarakat yang bermukim di wilayah kepulauan (wilayah perdesaan) di luar Pulau Batam. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari pertumbuhan sektor-sektor perkotaan (industri, perdagangan ▇▇▇ ▇▇▇▇, pariwisata kota) yang selama ini berlangsung di Pulau Batam, sekaligus mengindikasikan belum optimalnya upaya mengembangkan ruang ▇▇▇ potensi SDA yang berada di wilayah kepulauan di luar Pulau Batam. Pengembangan pembangunan yang meningkatkan pesat di Kota Batam telah meningkatkan daya ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ pendatang untuk mengembangkan usaha ▇▇▇ meningkatkan jumlah penduduk di beberapa wilayah Kecamatan ▇▇▇ Kelurahan sangat variatif. Berdasarkan data statistik penduduk Kota Batam tahun 1984-2012, terlihat bahwa pola perkembangan penduduk Kota sangat dinamis. Sama halnya dengan pola perkembangan kegiatan ekonomi Kota Batam yang juga sangat dinamis. Pola perkembangan sosial ekonomi yang seperti ini tidak terlepas dari fungsi ▇▇▇ peruntukkan Kota Batam , sebagai salah satu Kawasan Strategis Nasional , yang menjadi kutup pertumbuhan ekonomi Solusinya dalam Politik Hukum Indonesia. Penulis penelitian ini mengusulkan ▇▇▇ membahas PT Lingga Jaya Konstruksi untuk mendukung program Pemerintah Batam, yang disadari Batam sebagai area strategis untuk memicu pembangunan ▇▇▇ pertumbuhan ekonomi, dengan ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇ tujuan umum untuk melaksanakan beberapa komponen kegiatan pembangunan seperti jasa konstruksi ▇▇▇ pengadaan, perdagangan, industri, transportasi, percetakan, percetakan, bengkel dll. Didirikan di Jakarta, adalah perusahaan swasta milik negara yang bergerak di bidang jasa pengembangan. , Penambangan, pertanian ▇▇▇ lainnya. Tujuan khusus pendirian PT Lingga Jaya Konstruksi adalah menjalankan sektor pembangunan dalam kerangka aktivitas fisik yang mencakup berbagai bidang jasa konstruksi ▇▇▇ ▇▇▇▇ pengadaan yang mencakup berbagai negara. Tergantung pada kemampuan perusahaan tergantung pada kegiatan yang akan diadakan di bidang jasa konstruksi meliputi:?
Appears in 1 contract
Sources: Wto Agreement
Pendahuluan. Kota Batam Indonesia dikenal sebagai wilayah administrasi pemerintahan negara berbasis pertanian. Negara yang baru merupakan Daerah Otonom memiliki kebijakan yang dibentuk bersama 7 Kabupaten lainnya di Provinsi Riau berdasarkan UU No. 53 Tahun 1999. Berdasarkan UU tersebut wilayah Kota Batam telah dimekarkan dengan memasukkan sebagian wilayah dari Kec. ▇▇▇difokuskan pada pertanian ▇▇▇ memiliki orientasi padat karya.1 Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris, negara yang memiliki fundamental ekonomi yang berbasis pada pertanian, tidak terkecuali wilayah ▇▇▇ Kec. Bintan Utara, Kabupaten Kepulauan Riau ▇▇▇ telah ▇▇▇▇▇▇ kembali wilayah administrasi kecamatannya. Kota Batam memiliki 8 (delapan) wilayah kecamatan yang meliputi beberapa pulau besar ▇▇▇▇ ▇▇▇ di Kota Batam, meliputi Pulau Batam, Pulau Rempang, Pulau ▇▇▇▇▇▇, Pulau ▇▇▇▇▇▇ Baru, ▇▇▇ Pulau Bulan, serta sejumlah gugus pulau-pulau kecil di sekitarnya. Pesatnya perkembangan di Kota Batam, disadari bahwa perkembangan tersebut sesungguhnya masih terkonsentrasi pada wilayah Pulau Batam (wilayah perkotaan) ▇▇▇ belum banyak menyentuh kelompok masyarakat yang bermukim di wilayah kepulauan (wilayah perdesaan) di luar Pulau Batam. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari pertumbuhan sektor-sektor perkotaan (industri, perdagangan ▇▇▇ ▇▇▇▇, pariwisata kota) yang selama ini berlangsung di Pulau Batam, sekaligus mengindikasikan belum optimalnya upaya mengembangkan ruang ▇▇▇ potensi SDA daerah yang berada di pulau Jawa termasuk didalamnya wilayah kepulauan di luar Pulau Batam. Pengembangan pembangunan yang meningkatkan pesat di Kota Batam telah meningkatkan daya ▇Sindang ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ pendatang untuk mengembangkan usaha berada di wilayah Serang, Banten.2 Berbekal hal tersebut maka tidak semua daerah di Indonesia akan mengikuti arus perkembangan zaman yaitu cenderung berubah ke sektor industri ▇▇▇ meningkatkan jumlah penduduk di beberapa wilayah Kecamatan manufaktur.3 Beberapa daerah tetap mempertahankan daerahnya sebagai sentra produk pertanian ▇▇▇ Kelurahan kewirausahaan.4 Berlanjut dari hal di atas, Kabupaten Serang memiliki lahan pertanian sangat variatifluas yang dikelola oleh masyarakat. Berdasarkan data statistik penduduk Kota Batam tahun 1984Memberikan hasil pertanian yang beragam seperti buah-2012buahan pisang, terlihat bahwa pola perkembangan penduduk Kota sangat dinamis. Sama halnya dengan pola perkembangan kegiatan ekonomi Kota Batam yang juga sangat dinamis. Pola perkembangan sosial ekonomi yang seperti ini tidak terlepas dari fungsi mangga, rambutan ▇▇▇ peruntukkan Kota Batam , sebagai salah satu Kawasan Strategis Nasional , yang menjadi kutup pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penulis penelitian ini mengusulkan ▇▇▇▇▇▇ membahas PT Lingga Jaya Konstruksi untuk mendukung program Pemerintah Batam, yang disadari Batam sebagai area strategis untuk memicu pembangunan konsumsi lokal ▇▇▇ pertumbuhan ekonomimemasok kebutuhan buah kota Jakarta. Serang juga memiliki perkebunan rakyat yang menghasilkan kelapa, kacang tanah, melinjo kopi, cengkeh, lada, karet, vanili, kakao ▇▇▇ ▇▇▇▇▇-▇▇▇▇▇. Juga untuk memenuhi kebutuhan lokal serta lebih banyak untuk memasok kebutuhan Jakarta. Secara topografi, Kabupaten Serang terdiri dari wilayah dataran rendah ▇▇▇ pengunungan sehingga hampir seluruh daratan Kabupaten Serang merupakan daerah subur karena tanahnya sebagian besar tertutup oleh tanah endapan Alluvial ▇▇▇ batu vulkanis kuarter. Potensi tersebut ditambah banyak terdapat pula sungai-sungai yang besar ▇▇▇ penting yaitu Sungai Ciujung, Cidurian, Cibanten, Cipaseuran, Cipasang ▇▇▇ Anyar ▇▇▇▇ mendukung kesuburan daerah-daerah pertanian di Kabupaten Serang. Dengan keadaan alam ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ seperti ini baiknya didukung dengan sumber daya manusia yang mumpuni.5 Berlanjut dari hal di atas, di ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ saat ini banyak badan asing atau ▇▇▇▇▇ Negara Asing (WNA) yang ingin membangun usaha dengan melakukan investasi, karena Indonesia sangat menjanjikan untuk investasi. Salah satu modal usaha yang harus dimiliki investor asing adalah tanah ▇▇▇ atau bangunan. Di Indonesia sendiri dalam sistem agraria menganut asas nasionalisme, dimana hanya ▇▇▇▇▇ Negara Indonesia (WNI) saja yang mempunyai hak milik atas tanah. Ketentuan agraria yang ada di Indonesia tersebut membuat ▇▇▇▇▇ Negara Asing akhirnya melakukan suatu 1Ana ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇ Yudha and ▇▇▇▇▇▇▇▇, ▇., ▇▇▇▇▇▇▇▇▇, D., & ▇▇▇▇▇▇▇, A. (2018), “Instrumen Moneter Indonesia : Penentuan Arah Kebijakan”, dalam Journals of Economics Development Issues (JEDI), Vol. 1, No. 2, Hal. 1–11. 2Ana ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇ Yudha ▇▇▇ ▇▇▇▇▇ ▇▇▇ tujuan umum untuk melaksanakan beberapa komponen kegiatan pembangunan seperti jasa konstruksi ’▇▇▇ pengadaan▇, perdagangan, industri, transportasi, percetakan, percetakan, bengkel dll. Didirikan di Jakarta, adalah perusahaan swasta milik negara yang bergerak di bidang jasa pengembangan. , Penambangan, pertanian “Optimalisasi Potensi Lahan Pertanian untuk Ketahanan ▇▇▇ lainnya. Tujuan khusus pendirian PT Lingga Jaya Konstruksi adalah menjalankan sektor pembangunan dalam kerangka aktivitas fisik yang mencakup berbagai bidang jasa konstruksi ▇▇▇ ▇▇▇▇ pengadaan yang mencakup berbagai negaraDi Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur” dalam Journals of Economics Development Issues (JEDI), Vol. Tergantung pada kemampuan perusahaan tergantung pada kegiatan yang akan diadakan 3, No. 2 (2020), 297-308. 3N. ▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇, “Inovasi Model Bioindustri Berbasis Sagu Spesifik Lokasi di bidang jasa konstruksi meliputi:Papua”, dalam Journals of Economics Development Issues (JEDI), Vol. 16, No. 2 (2020), Hal. 112–124. 4Zaki, “Implementation of Islamic entrepreneurial culture in Islamic boarding Schools”, dalam International Journal of Innovation, Creativity and Change, Vol. 11, No. 11, Hal. 452–469.
Appears in 1 contract
Sources: Nominee Agreement