Inversiones Clause Samples

Inversiones. Innova podra realizar inversiones en Personas distintas a aquellas sociedades que a la fecha del presente sean Subsidiarias de la Acreditada, siempre y cuando, la realizacion ▇▇ ▇ichas inversiones no tenga como resultado que Innova viole alguna de las Limitaciones Financieras senaladas en el inciso (a) de esta Clausula 4.02 o bien que ocurra una Causa de Incumplimiento o evento que mediante aviso o por el transcurso de tiempo o ambos constituiria una Causa de Incumplimiento.
Inversiones. These installments shall mature on May 31 of each year; the first installment shall fall due on May 31, 2006 and the last one on May 31, 2013. The payments should be made at the offices of each of the Banks before 14.00 hours on the respective maturity date. The Unidad de Fomento is understood to be that referred to in number 9 of section 35 of Law 18,840, the Organic Law of the Central Bank of Chile, or that which may replace it in the future and is calculated on the same basis or other equivalents. Should the Unidad de Fomento cease to exist or its form of calculation or any other element used to determine it is modified, except by a different imperative legal provision, each Bank shall be authorized to apply as indexation in replacement of the Unidad de Fomento, the variation in the consumer price index or that which replaces it, between the month immediately prior to that of the alteration of the Unidad de Fomento and the month immediately preceding the respective payment. The Debtor, through its representative, declares that the obligations that its assumes under this instrument have been validly and legally contracted, and that for the effects of demanding their compliance, an authorized copy of this deed shall constitute executive title against it in the terms of sections 434 and 438 of the Civil Procedures Code.
Inversiones. Vaimaca Limitada, a company whose line of business is as its name indicates, taxpayer ID number [REDACTED], represented by Mr. Diego ▇▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇ Viettro, with a Bachelor’s degree in Systems,, Uruguayan identity card number [REDACTED], both domiciled for these effects at Avenida Vitacura 2939, 8th floor, Las Condes, on the one hand, which hereinafter and indistinctly will be also called “Vaimaca” or the “EFT Promisor Seller”; The Tecnopago Promisor Sellers in conjunction with the EFT Promisor Seller, are also referred to hereinafter as the “Sellers” and in conjunction with the Buyer referred to as the “Parties” and each either indistinctly as a “Party”; the Buyer and Sellers have agreed to enter into the share purchase promise agreement (hereinafter the “Agreement”) consisting of the following clauses:
Inversiones. Vaimaca Limitada, a company whose line of business is as its name indicates, taxpayer ID number #######, represented by Carlos E▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇, systems analyst, Rol Único de Inversionista Extranjero N° #######, Uruguayan identification ######, both domiciled for these effects at Avenida Vitacura 2939, 8th floor, Las Condes, which hereinafter and indistinctly will be also called “Vaimaca” or the “EFT Seller”; The Tecnopago Sellers in conjunction with the EFT Seller, are also referred to hereinafter as the “Sellers” and in conjunction with the Buyers referred to as the “Parties” and each either indistinctly as a “Party”; the Buyers and Sellers have agreed to enter into the share purchase agreement (hereinafter the “Agreement”) consisting of the following clauses: Clause 1
Inversiones. No realizar Inversiones o permitir que sus Subsidiarias Restringidas realicen Inversiones, excepto por: (i) Inversiones realizadas por la Acreditada y sus Subsidiarias Restringidas durante cualquier ejercicio social en una cantidad acumulada que no exceda el monto de EU$25,000,000.00 (veinticinco millones de Dolares 00/100) o su equivalente en Pesos, comenzando a partir del ejercicio social del 2001, en el entendido que el monto de las Inversiones que podran ser realizadas en cualquier ejercicio social de conformidad con este inciso (f)(i) se incrementara en una cantidad equivalente ▇▇ ▇▇▇▇▇ de las Inversiones que pudieron ▇▇▇▇▇ sido realizadas en ejercicios sociales anteriores de conformidad con este inciso (f)(i) (incluyendo en virtud de esta disposicion o cualquier reduccion ▇▇▇▇ en el ▇▇▇▇▇ de dichas Inversiones derivada de la aplicacion del ultimo enunciado del ultimo parrafo de este inciso (f)) pero que no se hayan efectuado; en el entendido, sin embargo, que, a partir del ejercicio social del 2004, la Acreditada no podra, en ningun caso, acumular el monto de Inversiones no realizadas por mas de 5 (cinco) anos consecutivos. (ii) Inversiones Permitidas; (iii) Inversiones en la Acreditada o en cualquier Subsidiaria Restringida; (iv) Inversiones realizadas por la Acreditada y sus Subsidiarias Restringidas en una Co-Inversion o una Subsidiaria No Restringida si (A) la cantidad acumulada de dichas Inversiones realizadas durante cualquier periodo de cuatro trimestres fiscales consecutivos de la Acreditada no excede de una cantidad equivalente al 35% (treinta y cinco por ciento) de UAFIDA Consolidada por el periodo de los cuatro trimestres fiscales consecutivos terminados inmediatamente antes de dicha Inversion, (B) dicha Co-Inversion o Subsidiaria No Restringida se dedique a un Negocio Principal; y

Related to Inversiones

  • Consentement Relatif à la Langue Utilisée Les parties reconnaissent avoir exigé que cette convention («Agreement») soit rédigée en anglais, ainsi que tous les documents, avis et procédures judiciaires, éxécutés, donnés ou intentés en vertu de, ou liés directement ou indirectement à la présente.

  • Pendahuluan Pembangunan ekonomi merupakan salah satu tujuan penting yang hendak dicapai pemerintah dalam pembangunan nasional, pembangunan ekonomi ini merupakan upaya penting dalam rangka mencapai pemerataan kemakmuran ▇▇▇ kesejahteraan sesuai amanat Pancasila ▇▇▇ UUD 1945. Dalam rangka menciptakan sebuah proses pembangunan ekonomi yang berkesinambungan, maka pemerintah memerlukan himpunan ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ sangat besar. Dimana ▇▇▇▇ tersebut diperoleh melalui pemasukkan negara berupa ▇▇▇▇▇ ▇▇▇ non ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ digunakan untuk mengelola perekonomian negara. Salah satu ▇▇▇▇▇ penting yang berkontribusi dalam menjalankan roda perekonomian negara adalah lembaga bank. Dimana bank mempunyai 2 fungsi, yakni pertama untuk menghimpun ▇▇▇▇ dari masyarakat atau secara sederhana dapat diartikan bank sebagai lembaga yang menyediakan jasa penyimpanan uang milik masyarakat dengan pemberian bunga tertentu dalam jangka waktu tertentu sebagai kontraprestasi. Kedua, Bank mempunyai fungsi utama menyalurkan ▇▇▇▇ kepada masyarakat, dimana fungsi ini bertolakbelakang dengan fungsi yang pertama, yakni fungsi ini dilaksanakan melalui pendistribusikan uang yang dihimpun masyarakat dalam bentuk Investasi, Kredit tanpa agunan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Mobil, ▇▇▇ ▇▇▇▇ sebagainya.1 Terkait dengan fungsi bank yang kedua ini, tujuan utamanya ialah memfasilitasi masyarakat dalam pencapaian kesejahteraan ▇▇▇ membentuk usaha yang berkontribusi dalam pembangunan nasional. Penegasan secara yuridis mengenai fungsi bank yang kedua tersebut dapat ditemukan dalam Pasal 3 jo Pasal 6 huruf b ▇▇▇ Pasal 13 huruf b Undang- Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan yang berbunyi,”Bank sebagai penghimpun ▇▇▇ penyalur ▇▇▇▇ masyarakat, ▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇ satu usahanya adalah memberikan kredit. Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan, terjadi perubahan besar-besaran terhadap sistem ▇▇▇ metode penjamin atas suatu utang. Sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tersebut, berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Barat, bank yang memberikan fasilitas kridit hanya mewajibkan debiturnya untuk mendatangani Akta Surat Kuasa Memasang Hipotek yang dibuat didepan notaris agar dapat menjamin perlunasan utang ▇▇▇/atau kewajiban debitur tersebut. Jadi, dalam hal si debitur mulai lalai atau dengan kata lain bank sudah melihat gelagat bahwa debitur tersebut mulai macet atau kondisi keuangannya sudah tidak memungkinkan untuk mengembalikan fasilitas kredit yang diterimanya, maka bank akan “memasang” atau dengan kata lain mendaftarkan Akta Hipotek tersebut ▇▇ ▇▇▇▇▇▇ pertanahan setempat. Setelah terdaftar, bank dapat menjual lelang rumah ▇▇▇/atau tanah tersebut untuk melunasi kewajiban debitur dimaksud. Pemakaian jaminan berupa jaminan fidusia sendiri secara khusus dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi debitur untuk tetap menggunakan ▇▇▇▇▇-▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ pada dasarnya sudah dijaminkan kepada kreditur, dimana dikhawatirkan ▇▇▇▇▇-▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ dijaminkan tersebut bersifat krusial bagi kelangsungan usaha debitur. Maka melalui model jaminan fidusia debitur dapat melakukan perjanjian hutang dengan tetap menguasai ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ dijaminkan pada perjanjian hutang tersebut. Meskipun demikian, tidak jarang penggunaan model jaminan fidusia ini justru disalahgunakan oleh debitur yang tidak baik. Kelebihan fidusia yang memberikan debitur kuasa untuk tetap menguasai objek jaminan di ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ juga memberikan peluang bagi dicederainya perjanjian ▇▇▇ timbulnya wanprestasi oleh debitur di masa depan. 1 Widiyono, Try. Agunan Kredit dalam Financial Engineering. (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2009), hal. 102 Dalam praktiknya, tidak jarang permasalahan kredit macet dialami oleh bank ▇▇▇ lembaga pembiayaan yang memberikan jasa ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇ pembiayaan. Salah satu penyebab kredit macet sendiri ialah terjadinya pengalihan objek jaminan fidusia oleh debitur kepada pihak ketiga. Dimana pasca pengalihan tersebut debitur lalai ▇▇▇ merasa lepas dari kewajibannya karena objek jaminan tetah beralih kepada pihak ketiga. dari fenomena tersebut kemudian muncul permasalahan yang lebih khusus, yakni bagaimana debitur dapat menyelesaikan permasalahan kredit ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ disebabkan oleh dialihkannya objek jaminan fidusia oleh debitur kepada pihak ketiga. hal ini menjadikan permasalahan sedikit ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇ ketika debitur wanprestasi, maka timbul pertanyaan bahwasanya eksekusi yang dilakukan akan menggunakan mekanisme seperti apa, karena objek jaminan fidusia sendiri sudah beralih tangan dari debitur kepada pihak ketiga. Lebih lanjut, permasalahan menjadi semakin ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇ akibat adanya pengalihan objek jaminan oleh debitur ▇▇▇ pihak ketiga tersebut (baik melalui jual beli, sewa, atau lainnya) maka akan terjadi persinggungan hak antara pihak ketiga selaku penguasa objek dengan kreditur selaku pemilik sah objek tersebut.2 Hubungan antara bank dengan nasabah merupakan hubungan yang dilandasi asas kepercayaan. Masyarakat menyimpan dananya di bank, karena percaya bahwa dananya ▇▇▇▇ ▇▇▇ dapat diambil kembali sewaktu-waktu tanpa mengalami kesulitan. Aspek kepercayaan juga merupakan landasan hubungan bank dengan debitur. Hubungan antara bank ▇▇▇ nasabah debitur juga bersifat sebagai hubungan kepercayaan yang membedahkan kewajiban-kewajiban kepercayaan bank kepada nasabahnya. Perjanjian yang merupakan perikatan antara kreditur dengan dibitur atau pihak ketiga yang isinya menjamin pelunasan utang yang timbul dari pemberian kredit. Sifat perjanjian jaminan ini lazimnya dikonstruksikan sebagai perjanjian accessoir, yaitu senantiasa merupakan perjanjian yang dikaitkan dengan perjanjian pokok, mengabdi pada perjanjian perjanjian pokok. Tanah merupakan jaminan untuk pembayaran utang yang paling disukai oleh lembaga keuangan untuk fasilitas kredit. Sebab tanah, pada umumnya mudah dijual (marketable), harganya terus meningkat, mempunyai tanda bukti hak, sulit digelapkan ▇▇▇ dapat dibebani dengan hak tanggungan yang memberikan hak istimewa pada kreditur. Bagi masyarakat, perorangan atau badan ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ berusaha meningkatkan kebutuhan konsumtif atau produktif sangat membutuhkan pendanaan dari bank sebagai salah satu sumber ▇▇▇▇ dalam bentuk perkreditan, agar mampu mencukupi untuk mendukung peningkatan usahanya. Mengingat pentingnya kedudukan ▇▇▇▇ perkreditan dalam proses pembangunan, sudah semestinya jika pemberi ▇▇▇ penerima kredit serta pihak ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ terkait mendapat perlindungan melalui lembaga hak jaminan agar dapat memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang berkepentingan sebagai upaya mengantisipasi timbulnya resiko bagi kreditur pada ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ akan datang. Untuk usaha tersebut dapat menggunakan jasa perbankan. Penyaluran ▇▇▇▇ pinjaman berupa kredit dilakukan oleh bank selaku lembaga perantara keuangan kepada masyarakat yang membutuhkan modal selalu dituangkan dalam perjanjian sebagai landasan hubungan hukum diantara para pihak (▇▇▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇ debitor). Adanya perjanjian pinjam meminjam uang tersebut, maka mutlak diperlukan solusi hukum bagi lembaga jaminan agar memberikan kepastian bagi pengembalian pinjaman tersebut. Keberadaan lembaga jaminan sangat diperlukan, karena dapat memberikan kepastian ▇▇▇ perlindungan hukum bagi penyedia ▇▇▇▇ (▇▇▇▇▇▇▇▇) ▇▇▇ penerima pinjaman (debitor). Jaminan umum kurang menguntungkan bagi kreditor, maka diperlukan penyerahan harta kekayaan tertentu untuk diikat secara khusus sebagai jaminan pelunasan utang debitor, sehingga kreditor yang bersangkutan mempunyai kedudukan yang diutamakan atau 2 Sutarno, Aspek-aspek Hukum Perkreditan pada Bank. Bandung: Alfabeta, 2009 ▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇ daripada ▇▇▇▇▇▇▇▇-▇▇▇▇▇▇▇▇ lain dalam pelunasan utangnya. Jaminan yang seperti ini memberikan perlindungan kepada ▇▇▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇ didalam perjanjian akan diterangkan mengenai hal ini. Jaminan khusus memberikan kedudukan mendahului (preferen) bagi pemegangnya. Sehingga bank selalu meminta jaminan khusus tersebut pada setiap pemberian kredit.3 ▇▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇▇ dalam buku Tan Kamelo mengemukakan sejumlah asas asas hukum jaminan yang objeknya ▇▇▇▇▇ adalah Pertama, asas hak kebendaan (real right), Kedua, asas asesor, Ketiga, ▇▇▇ ▇▇▇▇ didahulukan, Keempat, objeknya adalah ▇▇▇▇▇ ▇▇▇▇ tidak bergerak, Kelima, asas asesi, Keenam, asas pemisahan horisontal, Ketujuh, asas terbuka, Kedelapan, asas spesifikasi / pertelaan, Kesembilan, asas mudah dieksekusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan hukum Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan sebagai dasar pembebanan hak tanggungan dalam perjanjian kredit serta untuk mengetahui faktor faktor yang menjadi kendala dalam mendaftarkan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) sebagai dasar pembebanan hak tanggungan dalam perjanjian kredit. Pada praktik perbankan untuk lebih mengamankan ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ disalurkan kreditor diperlukan tambahan pengamanan berupa jaminan khusus berupa jaminan kebendaan yaitu tanah. Penggunaan tanah sebagai jaminan kredit, didasarkan pada pertimbangan ▇▇▇▇ ▇▇▇ mempunyai nilai ekonomis yang relatif tinggi. Lembaga jaminan oleh lembaga perbankan dianggap paling efektif ▇▇▇ ▇▇▇▇ adalah tanah dengan jaminan hak tanggungan. Berdasarkan fenomena di atas, yang menjadi persoalan yakni nasabah (debitor) yang telah melakukan pinjaman kredit di bank dengan jaminan hak tanggungan telah menjual agunan di bawah tangan kepada pihak ketiga (pembeli) tanpa sepengetahuan pihak bank, sehingga adanya wanprestasi yang terjadi. Hal ini terjadi dalam masyarakat, sehingga dampak yang dilakukan oleh nasabah tersebut telah merugikan pihak bank selaku pemegang hak tanggungan atas perikatan yang telah dilakukan. Hal ini didasarkan pada adanya kemudahan dalam mengidentifikasi objek hak tanggungan, jelas ▇▇▇ ▇▇▇▇▇ eksekusinya, disamping itu hutang yang dijamin dengan hak tanggungan harus dibayar terlebih dahulu dari tagihan lainnya dengan uang hasil pelelangan tanah yang menjadi objek hak tanggungan memang ▇▇▇ ▇▇▇▇ tidak diabaikan dalam perjanjian kredit adalah perlindungan hukum bagi kreditor manakala debitor wanprestasi, apalagi jika debitor mengalami kemacetan dalam pembayarannya. Pemanfaatan lembaga eksekusi hak tanggungan merupakan cara percepatan pelunasan piutang agar ▇▇▇▇ ▇▇▇▇ telah dikeluarkan itu dapat segera kembali kepada bank (kreditor), ▇▇▇ ▇▇▇▇ tersebut dapat digunakan lagi dalam perputaran roda perekonomian. Untuk itu, ada kemudahan yang disediakan oleh Undang-Undang Hak Tanggungan (selanjutnya disebut UUHT) bagi para kreditor pemegang hak tanggungan, manakala debitor wanprestasi, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 20 ayat (1) huruf (a) ▇▇▇ (b) UUHT menyebutkan eksekusi atas ▇▇▇▇▇ jaminan hak tanggungan dapat ditempuh atas 3 (tiga) cara yakni (1) ▇▇▇▇▇▇ executie; (2) title executorial; ▇▇▇ (3) penjualan di bawah tangan. Ketiga eksekusi hak tanggungan masing-masing memiliki perbedaan dalam prosedur pelaksanaannya. Untuk eksekusi yang menggunakan title executorial berdasarkan sertifikat hak tanggungan (sebelum menggunakan Grosse Akta Hipotek), dimana pelaksanaan penjualan ▇▇▇▇▇ jaminan tunduk ▇▇▇ patuh terhadap hukum acara perdata sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 224 H.I.R/258 RBg. Sedangkan eksekusi yang dilakukan dibawah tangan pelaksanaan harus memenuhi

  • Conhecimento da Lingua O Contratado, pelo presente instrumento, declara expressamente que tem pleno conhecimento da língua inglesa e que leu, compreendeu e livremente aceitou e concordou com os termos e condições estabelecidas no Plano e no Acordo de Atribuição (“Agreement” ▇▇ ▇▇▇▇▇▇).

  • Mexico Derivado de lo anterior, el Empleado expresamente reconoce que el Plan y los beneficios que pudieran derivar de la participación en el Plan no establecen derecho alguno entre el Empleado y el Patrón, ▇▇▇▇▇▇▇▇-▇▇▇▇▇ de Mexico, S.A. de C.V. y no forma parte de las condiciones de trabajo y/o las prestaciones otorgadas por ▇▇▇▇▇▇▇▇-▇▇▇▇▇ de Mexico, S.A. de C.V. y que cualquier modificación al Plan o su terminación no constituye un cambio o impedimento de los términos y condiciones de la relación de trabajo del Empleado. Asimismo, el Empleado reconoce que su participación en el Plan es resultado de una decisión unilateral y discrecional de ▇▇▇▇▇▇▇▇-▇▇▇▇▇ Corporation por lo tanto, ▇▇▇▇▇▇▇▇-▇▇▇▇▇ Corporation se reserva el absoluto derecho de modificar y/o terminar la participación del Empleado en cualquier momento y sin responsabilidad alguna frente el Empleado. Finalmente, el Empleado por este medio declara que no se reserva derecho o acción alguna que ejercitar en contra de ▇▇▇▇▇▇▇▇-▇▇▇▇▇ Corporation por cualquier compensación o daño en relación con las disposiciones del Plan o de los beneficios derivados del Plan y por lo tanto, el Empleado otorga el más amplio finiquito que en derecho proceda a ▇▇▇▇▇▇▇▇-▇▇▇▇▇ Corporation , sus afiliadas, subsidiarias, oficinas de representación, sus accionistas, funcionarios, agentes o representantes legales en relación con cualquier demanda que pudiera surgir.

  • Postoupení Each of CRO and ▇▇▇▇▇▇▇ shall have the right to assign this Agreement and shall use reasonable efforts to provide prior written notice thereof to Institution. Neither Institution nor Principal Investigator shall assign its rights or duties under this Agreement to another without prior written consent of ▇▇▇ and ▇▇▇▇▇▇▇. Any assignment in violation of this Section 16 will be null and void. Subject to the foregoing, this Agreement shall bind and inure to the benefit of the respective Parties and their successors and assigns. Jak CRO, tak společnost ▇▇▇▇▇▇▇ mají právo postoupit tuto smlouvu a vynaloží přiměřené úsilí, aby o tom poskytovatele vyrozuměly písemně předem. Poskytovatel ani hlavní zkoušející nepostoupí svá práva ani povinnosti vyplývající z této smlouvy jiné osobě bez předchozího písemného souhlasu CRO a společnosti Janssen. Jakékoliv postoupení v rozporu s tímto bodem 16 bude neplatné. Na základě výše uvedeného bude tato smlouva závazná a prospěšná pro příslušné smluvní strany a jejich nástupce a postupníky.